Berdasarkan riset dan hitung-hitungan yang sudah dilakukannya, Irwan Ary Dharmawan, fisikawan dari Universitas Padjadjaran Bandung, menyarankan sel-sel bakar (fuel cell) menggunakan media berporositas rendah sebagai anoda ataupun katodanya. “Peningkatan polarisasi gasnya jauh lebih tinggi dengan media ini daripada yang porositasnya tinggi,” katanya.
Irwan keluar dengan kesimpulan itu setelah melakukan simulasi difusi beberapa macam gas sekaligus dalam geometri yang kompleks. Sayang, output berupa saran itu diberikannya kepada para ahli teknik kimia yang sedang bereksperimen dengan fuel cell di negara tetangga, Singapura.
Irwan mengungkapkan pengalaman penelitiannya itu dalam Konferensi Komputasi dan Fenomena Nonlinear yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kemarin. Untuk pertama kalinya, konferensi itu menggabungkan pertemuan tahunan “Workshop on Computational Sciences” dan “Workshop on Nonlinear Phenomena” yang masing-masing diselenggarakan sejak 2004 dan 2006. Read More…